Kamis, 30 April 2015

Sendiri.

"Apa sih yas enaknya kemana-mana sendiri?" 

Entah sudah berapa kali orang-orang nanya gitu ke aku. Dan berkali-kali pula cuma aku jawab "hehe". Emang kenapa gitu kalo pergi sendiri? kan tandanya mandiri, ya walau seringnya dikata jomblo sih ya, haha. Pengen deh balik nanya "Emang apa sih gaenaknya pergi sendiri?"
Aku bisa kasih beberapa alasan enaknya pergi sendiri. Kalo pergi sendiri gaperlu pake acara nunggu-nunggu temen dandan atau jemput, leluasa buat liat kesana kemari, gaperlu pamit kalo ke WC, gaperlu pake bingung kalo beli sesuatu, gaperlu ngerasa gaenak hati sama temen kalo mau nongkrong lama-lama, gaada yang ngerusuhin pengen cepetan pulang, gaada adu argumen soal mau makan apa, dan yang jelas intinya BEBAS. Enak kan? enak tau.

Jujur sebenernya aku agak merasa aneh dengan orang yang merasa "aneh" kalo pergi sendirian. Soalnya ya sebagai seseorang yang suka mlipir kesana - kemari sendirian, aku merasa baik-baik aja. Gaada yang salah kok dengan pergi sendirian. Cuman gaenaknya satu, gaada yang bayarin.

Tapi ngebahas tentang sendiri, kalo dipikir-dipikir emang di dunia ini kita hanya seorang diri, sadar gak sih? 
Aku, yang mungkin saking telminya, baru sadar akan hal ini beberapa bulan yang lalu. Walaupun pada realitasnya kita punya orang tua, saudara, ataupun sanak famili, tapi pada akhirnya juga kita akan menjalani hidup seorang diri. Hari ini mungkin masih ada orang tua sebagai tempat kamu berlindung dan mempedulikan kamu, tapi berapa puluh tahun kemudian kamu akan berlindung kesiapa ketika saudaramu pun sibuk memberi perhatian kepada keluarganya sendiri? Sepupu? mereka juga sibuk cari nafkah untuk keluarganya. Akan tiba saatnya dimana kamu bukan lagi diprioritaskan, tapi akan memprioritaskan. Usia akan bertambah tua dan satu persatu orang yang kamu sayangi akan pergi. Anakmu akan menikah dan punya keluarga lalu cucumu nanti akan punya anak yang sudah melupakan kamu, dan begitu seterusnya. Hal ini rasanya berlaku untuk semua manusia di dunia, tanpa terkecuali karena sudah jalannya begitu. Sudah sistemnya. Mau tidak mau manusia akan berhadapan dengan yang namanya kesendirian.

Nah, kembali ke pertanyaan di awal, kalo disuruh ngejawab serius kenapa suka pergi sendiri, berdasar pemikiran tersebut aku akan jawab : "karena manusia hidup sejatinya lahir dan mati sendiri, jadi ini latihan buat terbiasa dengan kesendirian."