"Prok prok prok! Prok prok prok! PRA-MU-KA, Praja Muda Karana!"
Maih inget kan tepuk diatas? berhubung tanggal 14 Agustus kemarin adalah peringatan hari pramuka, aku pengen nulis tentang pengalamanku ikut pramuka waktu SMP. Biar bisa dibaca anak cucu, kan kali aja beberapa puluh tahun lagi pramuka udah musnah karena enggak diwajibin, secara anak sekarang takut ninggalin gadget. Ah! children nowadays, they don't know what they're missed :(
Sebenernya nulis ini karena flashback. Atau istilah kekiniannya baper. Semua orang pasti mempunyai momen yang membekas di hati. Dan salah satu momen bagiku pribadi yang aku rasa paling membekas adalah Pramuka.Terhitung waktu SMP dan SMA aku ikut tiga ekstrakurikuler, Pramuka, Paskibra dan OSIS. Tetapi ya yang menurutku paling membekas di hati ya cuman waktu ikut pramuka SMP.
Kalo dipikir pikir aku juga ga ngerti kenapa ya kok pramuka. Disaat orang lain memandang anak pramuka itu cupu, aku malah demen ikut pramuka. Yakin deh, waktu temen-temnku yang lain ngerasa males dan terbebani ikut pramuka, aku ga pernah sekalipun ngerasa males bahkan hari jumat itu hari yang aku nanti-nanti. Walaupun keringetan, ketek pada basah dan mbak mbak Dewan Penggalang (DP) kadang galak waktu ngajarin baris. Tapi aku gak keberatan. Soalnya setiap pertemuan pasti ada yang baru, ga pernah ngebosenin.
Awalnya karena kelas satu pramuka itu ekstrakurikiuler wajib, jadi mau gak mau semua murid harus ikut. Baru kelas duanya boleh milih mau lanjut atau enggak .jadi DP, dan pastinya aku lanjut, hehe. Tapi aku bukan kakak DP yang galak kok :( Disini DP kerjanya ngebimbing adek adek, mentransfer ilmu yang didapet dulu.
Bagiku, ikut pramuka itu asyik. Se-asik slogannya majalah bobo "bermain dan belajar", pramuka juga gitu. Pramuka ga melulu tepuk tepuk dan nyanyi. Itu buat anak SD kali. Di pramuka SMP kita belajar banyak, mulai dari mengenal rasi bintang sampe kode morse. Dan kegiatan kemah adalah yang paling ditunggu. Dan mencari jejak yang paling asik walau abis itu kaki pada kaku semua.
Pramuka juga tempat menyalurkan minat dan bakat. Kalo mau belajar bidang kesehatan ada yang namanya satuan karya (saka) bakti husada, mau belajar tentang alam ada saka bahari, mau belajar tentang lalu lintas ada saka lantas, dan saka saka lainnya yang total ada 17 saka. Jadi bisa dibilang, ekstra seperti PMR. PKS, Paskibra, dan pecinta alam itu akarnya dari pramuka, tapi bercabang jadi lebih spesifik.
Buat aku pribadi, ikut pramuka bikin aku gak silence syndrome lagi. That's why judulnya nyontek perkataannya Rene Descartes yang "Aku berpikir maka aku ada" jadi "Karena Pramuka, aku ada". Sebelum ikut Pramuka aku termasuk anak yang pendiem dan pemalu. Tapi setelah ikut pramuka aku ngerasa jauh lebih berani dan ekspresif. Ga kebayang kalo semisal dulu ga ikut pramuka, mungkin ga bakal masuk Ilmu Komunikasi juga deh haha.
Disini juga aku mulai bisa bersosialisasi, mempelajari berbagai karakter orang, dan belajar untuk jadi lebih dewasa. Ada waktunya harus mertahanin ego dan berlapang dada. Ada waktunya berbagi dan cukup mendengar. Belajar teamwork, tenggang rasa dan peka terhadap lingkungan. Yang jelas, jadi lebih pede untuk jadi diri sendiri, sadar gak sadar ngebentuk karakter diri sendiri juga.
Nah, that's little story about the greatest moment of my life and i called it one of my turning point. Mau cerita banyak dan lebih detail sih, tapi ntar kepanjangan kasian yang mau pada baca haha. Intinya, jangan malu ikut Pramuka. Biar dikata Pramuka itu cupu dan so yesterday banget, selama kamu suka dan dapet manfaatnya kenapa engga? Temen aku dulu karena pramuka aja bisa sampe Korea.
Semoga di ulang tahun pramuka yang ke 54 ini image pramuka bisa dipandang keren dimata anak muda sekarang biar terus eksis sampe beranak cucu.
Salam Pramuka!
Foto diambil enam tahun yang lalu, sehabis pelantikan Dewan Penggalang. Masih pakai Hape Nokia jadul tapi sudah mendewa di jamannya.