Jumat, 06 November 2015

GABISA MOVE ONNNNNN

Pokoknya aku mau curhat.

Pernah ga sih kamu tiba-tiba pengen pinjem mesin waktunya doraemon?
Atau pengen punya kalungnya hermione?
Apapun benda-benda yang bisa bikin kamu kembali ke suatu waktu atau bahkan menghentikan waktu itu sendiri.
Oh gosh, just bring me back to the 2000's !

Mungkin aku terlalu drama dan alay. Semua orang pasti pernah merasakan rindu pada masa lalu. Tapi masalahnya, rinduku tak berkesudahan.
Di tahun ketiga kuliah ini pikiran, perasaan dan jiwaku rasanya masih melayang-layang. Aku masih merasa berada di sekitar tahun 2000an. Dan ketika aku melihat kalender, aku masih terkejut kalau ini sudah tahun 2015. Akhir 2015 malah.

Aku rindu rumah lamaku, yang ada ayunannya. Yang setiap sore ada suara atau lagu yang khas dari sebelah rumah. Yang saking luasnya aku bisa bersepeda di dalamnya. Yang ada bunga kuning. Yang lantainya masih kuno. Yang  aku bisa sirami tamannya pakai selang, sampai aku basah kuyup sendiri. Yang tak akan terdengar suara motor diluar. Rumah yang nyaman, adem, sekaligus hangat. Saksi masa kecilku dan keluargaku. Rumah yang ternyata bukan rumah kedua orangtuaku, sehingga akhirnya masuk smp aku harus pindah rumah.

Aku rindu masa SD. Yang tiap pagi aku rasakan sejuknya udara pagi sambil membonceng ayah untuk masuk sekolah. Yang jajanannya aku rindu, nasi kuningnya masih 300 perak, bau uap bakso ojek ataupun tempura berbalut telur. Yang aku tetap merasa bahagia walau tak punya geng, hanya beberapa teman yang bisa dihitung jari pakai satu tangan.Yang pada masa itu masih banyak anime di tv, telenovela, mtv dan film asing jadul tanpa sensor.

Aku rindu masa SMP. Yang tiap senin sore tanganku berlumuran cat air. Yang tiap jumat ikut pramuka. Yang tiap sore aku malas pulang karena nyamannya pendopo smp. Yang gurunya menyenangkan. Yang hampir tiap senin aku menjadi petugas upacara. Yang aku mulai punya teman dan berani bicara. 

Dan banyak lagi yang aku rindukan. Aku pernah sampai yang merasa sangat "sakit" saat dulu menjelang ujian nasional SMA. Ya karena baper perihal itu. Dan sekarang perasan itu muncul lagi dan lagi. Melihat film ataupun mendengarkan lagu lawas tidak mengobati rindu ini. Apalagi melihat foto lawas, aku semakin cemas baperku menjadi-jadi. Aku tidak tau apa yang terjadi denganku, tapi sungguh, aku kesakitan karena merindu dan belum kutemukan obatnya.

Kalau tidak boleh menghentikan waktu, ingin rasanya aku dibawa peterpan ke wonderland. Aku tidak ingin menjadi dewasa. Karena menjadi dewasa itu menyebalkan. 

Karena menjadi dewasa, aku harus melihat kedua orangtuaku menua.