Mengapa harus ada kedatangan?
Mengapa juga harus ada kepergian?
Mengapa datang bersama bahagia?
Mengapa juga harus pergi meninggalkan sendu?
Mengapa datangnya tidak terduga?
Mengapa perginya meninggalkan memar?
Mengapa asmamu selalu berucap di bibirku, berdetak di jantungku, bernaung di pikiranku?
Mengapa melupakan itu sulit?
Mengapa mencintai itu mudah?
Mengapa yang kumaksud itu kamu?
Mengapa giliran yang diyakini cintanya menolak untuk meyakini balik?
Mengapa yang diharap cintanya malah mengharap cinta yang lain?
Mengapa rasa ini terlalu pilu hingga kelu?
Sesakit inikah karma?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar