Minggu, 06 Oktober 2013

Meniti sajak

Aku berencana untuk mengikuti sebuah ukm di fakultas, namanya LPM VISI. Aku pikir untuk ikut ukm itu semudah ikut kegiatan ekstrakurikuler semasa smp sma dulu. Ternyata ribet. Yang harus bikin curriculum vitae lah, bikin inilah, bikin itulah, screening dulu lah, ujian tulis dulu lah, interview, final test dan tetek bengek lainnya macem ngelamar kerjaan begitu lah. Dan tentu ga semua yang ngelamar itu diterima kan? aku sudah mengalaminya dong, ditolak salah satu ukm karena ga lolos interview. Sakit men.

Nah, buat masuk LPM VISI juga ada syaratnya. Harus ngumpulin tugas, bikin salah satu karya boleh milih dari beberapa tugas yang sudah ditentukan. Aku milih puisi. Dapet ide bikin puisinya gak sengaja waktu ngebales sms seseorang nun jauh disana. Smsnya saya bales dengan kata kata yang agak puitis gitu deh, haha.

Terlepas dari bagus tidaknya puisi ini, setidaknya aku sudah mencoba meniti sajak ditemani bulir keringat.
Semoga LPM VISI berkenan menerima seonggok saya :')



Kamu, semu yang kurindu





Bersama hangatnya mentari

Yang sinarnya menyusup dari sekat jendela

Aku memilah kata

Tanpa banyak bertutur kata



Dalam ruang yang tak mengenal sepi

Asmamu mampir untuk kesekian kali

Membuat hati ini tergelitik geli

Untuk melesankan berkali-kali

Tidak peduli waktu dan hari

Tidak peduli kapan dan dimana

Tidak peduli apakah kamu peduli



Walaupun membayangkanmu terlalu sukar

Dan sosokmu kelewat semu

Namun dalam kesamaran, kuberikan rindu

Pada hadirmu, kugantungkan harapan



Sosokmu tiada pasti, namun aku terus disini

Mencintaimu tanpa banyak suara

Dan diam-diam merajut aksara

Mengkhayal dua siluet tanpa nama

Bergandengan erat di bibir samudera

Memandang jauh dari sudut cakrawala



Indah terbingkai metafora



Sebuah puisi oleh: Yasinta Rahmawati          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar