Jumat, 22 Januari 2016

Menyendiri

Apa yang akan kamu lakukan ketika banyak hal seketika berkecamuk dalam kepalamu?
Curhat?
Menangis ?
Atau bahkan tidur?

Malam ini entah kenapa banyak hal tiba-tiba berkecamuk dalam kepalaku. Sampai-sampai terasa sesak. Ingin meluapkan emosi, tapi dalam bentuk apa. Ingin bercerita, tapi siapa yang mau mendengar. Ingin menulis, tapi bingung mulai dari mana. Hingga akhirnya sampailah pada bulir-bulir air mata ini yang mengalir begitu saja. Ah, ternyata aku belum sanggup mengubah kebiasaannku ini. Jika sudah begini, aku akan memilih menyendiri untuk sementara waktu. Menghindari bising. Menjadi asing dari yang terasing. 

Ya, menyendiri. Aku tidak asing dengan kata itu. Malah sangat akrab. Seperti malam ini, aku memilih menyendiri (lagi) ditemani seporsi bakso di sebuah tempat makan bernuansa joglo. Aku tidak menghitung berapa pasang mata yang mendelik aneh melihatku.  Aku tidak peduli. Aku hanya peduli pada semua yang ada di benakku dan semangkok bakso di hadapanku. 

Aku sering bingung, kenapa orang sangat asing dengan kata sendiri? Tidak ingatkah mereka bahwa pada dasarnya manusia itu sendiri? Manusia lahir dan menemui ajalnya seorang diri bukan? 

Aku pribadi menganggap menyendiri bukanlah suatu penderitaan, melainkan suatu kebutuhan. Bukan karena tidak ada kawan, melainkan keinginan. Bukan meratapi diri, melainkan menenangkan hati. 

Setelah menandaskan bakso sampai ke kuahnya yang nikmat karena micin, aku pun bergegas pulang. Saat perjalanan pulang sengaja kupelankan motorku untuk menikamti suasana malam ini. Kulihat langit pun menangis, tapi tangis manja. Gerimis manja. Kau tahu, gerimis yang cukup  deras tapi tidak akan membuatmu basah kuyup. Yang membuat orang terkecoh dan menebak-nebak apakah sebentar lagi akan berubah menjadi deras.

Sepertinya langit tahu hatiku menagis, lantas ia menemaniku dengan gerimis. Seketika aku tersadar dari lamunanku. Aku teringat quote dari salah satu penulis favoritku, Paulo Coelho, yang bunyinya “Ketika kamu menginginkan sesuatu, segenap jagat raya akan berkonspirasi untuk membantumu meraihnya”. Aku sangat mempercayai kalimat itu dan selalu kusimpan dalam memori.

Dan malam ini aku baru saja menyadari sesuatu, yaitu ketika kita merasa sendiri, sesungguhnya jagat raya juga ikut menemani kesendirian kita.
  
Ya. Kesendirian bukan berarti kesepian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar