Berbicara mengenai wajah, aku jadi
teringat pada perkataan mas-mas salon yang agak ngondek. Waktu itu dia sedang
mengcurly rambutku dan aku mengeluh
kepanasan, “beauty is pain say, bentar lagi, sabar ya”. Sejak saat itulah aku
mengenal kalimat beauty is pain.
I used to think that beauty is pain, some people say “no, beauty is not
that pain”. But, are sure? Katakanlah kamu harus melakukan
facial agar wajahmu bersih, katakanlah kamu harus pakai korset agar badanmu
terlihat lebih ramping, tidakkah itu sakit? The
pain of beauty is real, babe, and you don’t have to shy to say.
Yang aku tahu, ada dua macam jenis
kecantikan manusia. Cantik yang berasal dari luar (outside) dan cantik dari
dalam (inside). Namun kecantikan wajah adalah keniscayaan. Beberapa minggu lalu
aku membacara artikel di sebuah surat kabar ternama di kotaku. Penulis artkel
tersebut mengutip kata-kata dari mantan Miss Venezuela, dan aku langsung
tersenyum kecut membacanya. Inti dari apa yang dikatakan Miss Venezuela itu
adalah “kecantikan dari dalam itu sebenarnya tidak ada, itu hanyalah sebuah
ilusi dari wanita yang merasa kurang dalam hal fisik.” Plak! Seketika menampar
para wanita yang percaya akan beauty
inside of them. Tidak heran dia mengatakannya tanpa beban. Dia mantan
pemenang kontes kecantikan. Dia sudah diakui cantik dalam hal fisik.
Lho,
sebenarnya aku berpihak di kubu mana sih? Kubu yang setuju cantik dari luar
atau dari dalam? Tidak, aku tidak sedang berpihak pada kubu manapun. Ini bukan
pilkada serentak teman-teman. Aku hanya memaparkan bagaimana pemikiranku selama
ini tentang definisi cantik yang masih nggrambyan.
Aku setuju jika cantik bukan melulu
soal fisik.Tapi aku juga setuju, jika
cantik dari dalam tidak akan terlihat jika wajahmu kusam dan tidak terawat.
Semua punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Cantik dari luar dapat
seketika terlihat, tapi seiring berjalannya waktu kecantikan itu bisa pudar.
Cantik dari dalam tidak langsung terlihat, tapi seiring berjalannya waktu
kecantikan itu bisa terlihat.
Cantik dari dalam dapat diidentikkan
dengan hati yang baik, jujur, ramah, dan sebagainya yang termasuk dalam
kategori baik. Tapi bagaimana dengan cantik dari luar? Identik dengan apakah
dia? Ini yang menjadi soal.
Cleopatra sebagai ikon kecantikan,
dipercaya sebagai sosok yang mempunyai tubuh langsing, kulit putih, rambut
tebal dan hidung mancung. Aku tidak terlalu percaya dengan penggambaran ini.
Karena pada zaman tersebut tidak ada kamera, bisa saja ini imajinasi orang yang
menemukan kepingan sejarah soal Cleopatra.
Terlepas dari benar tidaknya
penggambaran tentang Cleopatra, kita tidak dapat menutup mata jika dia adalah
kiblat dari kecantikan. Terbukti dari larisnya jasa pemutihan kulit,
pemancungan hidung, dan sedot lemak. Pernah lihat model Victoria Secrets berbadan
gempal? Kalau ada mungkin bisnis lingerienya makin laris.
Harusnya aku membicarakan tetang
wajah saja, tapi maaf jika terlalu melebar pada kecantikan secara general.
Karena wajah dan kecantikan atau ketampanan adalah hal yang tidak dapat
dipisahkan. Soal tampan, yang namanya Nyle Di Marco itu tampan bukan main lho.
Alisnya tebal, matanya teduh, jambangnya menawan dan perutnya six pack. Siapa
sih Nyle? He is a deaf, but he is crowned
as the winner of America’s Next Top Model cycle 22!
Maaf ya, ga fokus….